Nahmenariknya, software Microsoft Word yang paling sering digunakan untuk membuat tugas, tak hanya bisa memasukkan teks atau gambar, tetapi juga bisa membuat grafik lho! Jika kamu ingin belajar bagaimana cara membuat grafik di Word, berikut merangkum cara praktis dan mudah membuat grafik di Microsoft Word.
ο»ΏPengertian Data Tunggal dan Data Berkelompok - Ketika kita belajar Matematika Statistika kita akan berhadapan dengan Data yang diperoleh yang mana dapat berbentuk Data Tunggal dan Data Berkelompok. Apa itu Data Tunggal dan Apa itu Data Berkelompok? Bagaimana Bentuknya? Dan apa perbedaaan Data Tunggal dan Data Berkelompok? Yuk kita pelajari bersama di artikel ini, yang mana kita bahas secara mudah agar dapat dipahami. Pengertian Data Tunggal Data Tunggal adalah data yang berisikan angka-angka asli sesuai dengan perolehan data dari lapangan yang masih berbentuk sederhana dan masih belum dikelompokkan dalam kelas interval. Data Tunggal Data tunggal biasanya memiliki banyak data yang sedikit sekitar kurang dari 30 buah data sehingga tidak memerlukan pengelompokkan. Contoh Data Tunggal Contoh dari data tunggal dapat kita temui sehari-hari yaitu berupa data yang berbentuk berjajar-jajar angka sederhana seperti berikut. Misalkan diperoleh nilai ujian statistika di suatu kelas 67, 89, 68, 82, 93, 81, 75, 77, 88, 74 dan 82. Dimana pada kumpulan angka yang berjajar dan masih belum di kelompokkan dalam keadaan interval tersebutlah merupakan data tunggal. Pengertian Data Berkelompok Data Berkelompok adalah data yang tersusun dalam bentuk kelas interval yang mana biasanya disajikan dalam bentuk Tabel Distribusi Frekuensi. Data Berkelompok Tujuan dari Data Berkelompok disusun dalam bentuk kelas interval agar mempermudah pembacaan data, karena pada data berkelompok biasanya memiliki frekuensi data lebih dari 30. Contoh Data Berkelompok Contoh dari data berkelompok yaitu seperti data mengenai sebaran umur penduduk disuatu wilayah yang disajikan dalam bentuk Tabel distribusi frekuensi atau Penyajian Data Berkelompok Histogram, Poligon dan Ogive. Untuk dapat dapat mengubah data tunggal menjadi data berkelompok kita dapat membaca Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok. Pada tabel tersebut data berkelompok memiliki kelas interval sehingga lebih mudah untuk pembacaan datanya. Perbedaan Data Tunggal dengan Data Berkelompok Dari kedua data dalam statistika memiliki perbedaan yang mencolok antara Data Tunggal dengan Data Berkelompok berikut adalah perbedaan antara keduanya. Data Tunggal Penyajian lebih sederhana. Berbentuk angka yang bersusun-susun. Memiliki jumlah data/frekuensi data sedikit kurang dari 30. Data Berkelompok Penyajian dalam bentuk kelas interval Diperlukan perhitungan agar data berbentuk Data Berkelompok. Disajikan dalam bentuk Tabel Distribusi Frekuensi atau Histogram, Poligon dan Ogive. Memiliki jumlah data/frekuensi data banyak lebih dari 30. Jika ada yang ingin ditanyakan terkait materi Pengertian Data Tunggal dan Data Berkelompok dapat kalian tanyakan melalui kolom komentar. Jangan lupa bagikan terima kasih, Semoga bermanfaat.
Meanaritmatik dapat digunakan pada data tunggal dan data kelompok. Penjabaran perhitungan mean aritmatik adalah sebagai berikut : a. Data Tunggal Data tunggal adalah sebuah data yang masih asli yang terpisah dengan yang lainnya dan belum disusun dalam kelompok atau tabel kelompok yang berinterval dengan masing-masing kelas. Cara mengubah data tunggal menjadi data kelompok akan kami terangkan dibawah disertai dengan contoh agar kamu lebih jelas memahaimnya. Namun sebelumny kita ketahui terlebih dahulu ap aitu data tunggal dan data kelompok. Cara Mengubah Data Tunggal Menjadi Data Kelompok Baca Dulu Contoh Soal Rumus Rata-Rata Statistika Data Kelompok Cara Mengubah Data Tunggal Menjadi Data Kelompok Sebelum membahas tentang cara mengubah data tunggal menjadi data kelompok, ada baiknya kita tahu dahulu apa itu data tunggal dan apa itu data kelompok. Data Tunggal Data tunggal adalah sekumpulan data atau informasi yang hanya terdiri dari satu nilai atau angka tunggal saja. Data tunggal biasanya tidak dapat memberikan informasi yang cukup untuk analisis dan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang sedang diamati. Oleh karena itu, data tunggal perlu diubah atau diolah menjadi bentuk yang lebih berguna seperti data kelompok atau data statistik lainnya. Dalam statistik, data tunggal sering disebut dengan β€œdata univariat” karena hanya memiliki satu variabel. Contoh data tunggal adalah usia seseorang, tinggi badan seseorang, berat badan seseorang, harga satu buah apel, dan sebagainya. Data Kelompok Data kelompok adalah sekumpulan data atau informasi yang dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Pengelompokan dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah analisis dan interpretasi data. Dalam data kelompok, nilai atau angka-angka data dibagi ke dalam beberapa interval atau rentang, dan setiap rentang memiliki frekuensi atau jumlah data. Data kelompok lebih informatif daripada data tunggal karena memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang distribusi data dan variasinya. Contoh data kelompok adalah jumlah penduduk dalam rentang usia tertentu, tingkat gaji dalam kelompok jabatan tertentu, nilai-nilai tes dalam rentang skor tertentu, dan sebagainya. Data kelompok sering digunakan dalam statistik dan analisis data untuk mengidentifikasi pola, menghitung ukuran-ukuran statistik seperti rata-rata, median, dan sebagainya, dan membuat grafik atau diagram untuk memvisualisasikan data. Bagi rentang nilai atau kategori tertentu yang Anda tentukan dalam kriteria pengelompokan menjadi kelompok-kelompok. Hitung frekuensi atau jumlah data dalam setiap kelompok. Buat tabel frekuensi yang menunjukkan jumlah data dalam setiap kelompok. Buat histogram atau grafik batang untuk memvisualisasikan distribusi data. Lakukan analisis dan interpretasi data kelompok untuk memahami pola dan tren yang terkandung dalam data. Contoh 1 Misalkan kita memiliki data tunggal berikut 10, 12, 15, 20, 22, 25, 30, 32, 35, 40, 42, 45, 50, 52, 55, 60 Kita ingin mengubah data ini menjadi data kelompok berdasarkan rentang nilai 10. Kriteria pengelompokan adalah sebagai berikut Kelompok 1 10 – 19 Kelompok 2 20 – 29 Kelompok 3 30 – 39 Kelompok 4 40 – 49 Kelompok 5 50 – 59 Kelompok 6 60 – 69 Maka, data kelompoknya adalah sebagai berikut Kelompok Rentang Nilai Frekuensi 1 Oct-19 3 2 20 – 29 3 3 30 – 39 2 4 40 – 49 2 5 50 – 59 3 6 60 – 69 1 Dalam hal ini, kita telah membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria pengelompokan tertentu, kemudian menghitung frekuensi atau jumlah data dalam setiap kelompok. Data kelompok ini dapat digunakan untuk melakukan analisis lebih lanjut seperti menghitung rata-rata, standar deviasi, dan lain-lain. Contoh 2 Berikut adalah contoh lain mengubah data tunggal menjadi data kelompok Misalkan kita memiliki data tunggal berikut ini yang menunjukkan jumlah pengunjung toko setiap hari dalam sebulan 20, 30, 50, 60, 70, 80, 90, 100, 110, 120, 130, 140, 150, 160, 170, 180, 190, 200, 210, 220, 230, 240, 250, 260, 270, 280, 290, 300 Kita ingin mengubah data ini menjadi data kelompok berdasarkan kriteria pengelompokan jumlah pengunjung dalam rentang 50 orang. Kriteria pengelompokan adalah sebagai berikut Kelompok 1 0 – 49 Kelompok 2 50 – 99 Kelompok 3 100 – 149 Kelompok 4 150 – 199 Kelompok 5 200 – 249 Kelompok 6 250 – 299 Maka, data kelompoknya adalah sebagai berikut Kelompok Rentang Jumlah Pengunjung Frekuensi 1 0 – 49 1 2 50 – 99 4 3 100 – 149 6 4 150 – 199 6 5 200 – 249 6 6 250 – 299 2 Dalam hal ini, kita telah membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria pengelompokan jumlah pengunjung dalam rentang 50 orang, kemudian menghitung frekuensi atau jumlah data dalam setiap kelompok. Data kelompok ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut seperti menghitung rata-rata, median, dan lain-lain. Contoh 3 Contoh lain untuk mengubah data tunggal menjadi data kelompok adalah sebagai berikut Misalkan kita memiliki data tunggal berikut ini yang menunjukkan penghasilan karyawan dalam sebuah perusahaan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Kita ingin mengubah data ini menjadi data kelompok berdasarkan kriteria pengelompokan rentang penghasilan sebesar Rp Kriteria pengelompokan adalah sebagai berikut Kelompok 1 Rp – Rp Kelompok 2 Rp – Rp Kelompok 3 Rp – Rp Kelompok 4 Rp – Rp Kelompok 5 Rp – Rp Kelompok 6 Rp – Rp Kelompok 7 Rp ke atas Maka, data kelompoknya adalah sebagai berikut Kelompok Rentang Penghasilan Frekuensi 1 Rp – Rp 3 2 Rp – Rp 3 3 Rp – Rp 4 4 Rp – Rp 4 5 Rp – Rp 3 6 Rp – Rp 4 7 Rp ke atas 4 Cara mengubah data tunggal menjadi data kelompok disini kita telah membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kriteria pengelompokan rentang penghasilan sebesar Rp kemudian menghitung frekuensi atau jumlah data dalam setiap kelompok. Data kelompok ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut seperti menghitung rata-rata, median, dan lain-lain. Artikel Terkait Tabulasi Data 30 Responden Rumus Rata-Rata Statistika Rumus Modus Data Kelompok Rumus Modus Data Kelompok Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam kumpulan data. Untuk menghitung modus dari data kelompok, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut Modus = L + [Fm - F1 / 2 * Fm - F1 - F2] * i dimana L = batas bawah kelas yang mengandung modus F1 = frekuensi kelas sebelum kelas yang mengandung modus F2 = frekuensi kelas setelah kelas yang mengandung modus Fm = frekuensi kelas yang mengandung modus i = panjang interval kelas Rumus ini hanya berlaku untuk data kelompok dengan interval kelas yang sama. Jika interval kelas berbeda-beda, kita harus menghitung modus menggunakan metode lain, seperti metode grafik atau tabel distribusi frekuensi kumulatif. Contoh Misalkan terdapat data kelompok sebagai berikut Kelas Frekuensi Oct-20 5 20-30 8 30-40 12 40-50 7 50-60 3 Untuk menghitung modus, kita perlu menentukan kelas yang memiliki frekuensi tertinggi atau yang mengandung modus. Dari tabel di atas, kelas dengan frekuensi tertinggi adalah kelas 30-40 dengan frekuensi 12. Oleh karena itu, L = 30, F1 = 8, F2 = 7, Fm = 12, dan i = 10 karena interval kelas adalah 10. Substitusi nilai-nilai tersebut ke dalam rumus modus menghasilkan Modus = 30 + [12 – 8 / 2 * 12 – 8 – 7] * 10 = 30 + 4 / 9 * 10 = Jadi, modus dari data kelompok tersebut adalah Simpangan Rata Rata Data Kelompok Simpangan rata-rata atau standard deviation dari data kelompok dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut Hitung nilai rata-rata mean dari data kelompok. Hitung selisih antara setiap nilai dalam kelompok dan nilai rata-rata. Kuadratkan masing-masing selisih. Jumlahkan kuadrat selisih tersebut. Bagi jumlah kuadrat selisih dengan jumlah data kurang satu n-1. Hitung akar kuadrat dari hasil pembagian di atas untuk mendapatkan simpangan rata-rata. Berikut adalah contoh perhitungan simpangan rata-rata dari data kelompok Hitung nilai rata-rata dari data kelompok. Kelompok 1 2, 4, 6, 8, 10 Nilai rata-rata = 2 + 4 + 6 + 8 + 10 / 5 = 6 Hitung selisih antara setiap nilai dalam kelompok dan nilai rata-rata. Kelompok 1 2 – 6 = -4, 4 – 6 = -2, 6 – 6 = 0, 8 – 6 = 2, 10 – 6 = 4 Kuadratkan masing-masing selisih. Kelompok 1 -4^2 = 16, -2^2 = 4, 0^2 = 0, 2^2 = 4, 4^2 = 16 Jumlahkan kuadrat selisih tersebut. Kelompok 1 16 + 4 + 0 + 4 + 16 = 40 Bagi jumlah kuadrat selisih dengan jumlah data kurang satu n-1. Kelompok 1 40 / 5-1 = 10 Hitung akar kuadrat dari hasil pembagian di atas untuk mendapatkan simpangan rata-rata. Kelompok 1 √10 = Jadi, simpangan rata-rata dari data kelompok adalah Ketahui Contoh Soal Korelasi Sederhana Contoh Tabel Terbuka Contoh Tabel Tiga Arah Nah itu dia cara mengubah data tunggal menjadi data kelompok beserta contoh-contohnya, semoga membantu !

Untukkepentingan ini, maka diperlukan apa yang disebut sebagai model data. Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pemakai (user) secara logic. 1.2. Tujuan. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata

Unduh PDF Unduh PDF Artikel wikiHow ini mengajarkan cara mengelompokkan sebagian data pada Excel sehingga Anda bisa menyembunyikannya di dalam dokumen. Cara ini berguna jika Anda memiliki dokumen besar dengan banyak data. Anda bisa mengelompokkan dan meringkas data dalam Excel baik pada versi Windows maupun Mac. 1Buka dokumen Excel. Klik dua kali dokumen Excel untuk membukanya. 2Klik tab Data. Letaknya ada di sebelah kiri pita hijau yang ada di sebelah atas jendela Excel. Langkah ini akan membuka toolbar di bawah pita. 3Klik bagian bawah tombol Group. Tombol ini bisa ditemukan di sisi kanan pada pita Data. Sebuah menu ke bawah akan muncul. 4 Klik Auto Outline. Letaknya ada di dalam menu ke bawah Group. Jika sebuah kotak muncul dan mengatakan "Cannot create an outline", data Anda tidak mengandung rumus yang bisa diringkas. Anda perlu meringkas data secara manual. 5Mengecilkan tampilan data. Klik tombol [-] pada bagian atas atau kiri lembar lajur Excel untuk menyembunyikan kelompok data. Pada umumnya, langkah ini hanya akan menampilkan data baris terakhir. 6Hilangkan ringkasan bila perlu. Klik Ungroup di sebelah kanan pilihan Group, lalu klik Clear Outline... pada menu ke bawah. Langkah ini akan menghapus pengelompokan data dan menampilkan kembali data yang diringkas atau dikelompokkan sebelumnya. Iklan 1Pilih data. Klik dan geser kursor dari sel kiri atas data yang ingin dikelompokkan sampai sel kanan bawah. 2Klik Data jika tab ini belum terbuka. Letaknya ada pada sisi kiri pita hijau di bagian atas jendela Excel. 3Klik Group. Letaknya pada sisi kanan toolbar Data. 4Klik Group…. Pilihan ini ada pada menu ke bawah Group. 5Pilih kelompok data. Klik Rows untuk meringkas data secara vertikal atau klik Columns untuk meringkas data secara horizontal. 6Klik OK. Letaknya ada pada bagian bawah jendela yang muncul. 7Kecilkan tampilan data. Klik tombol [-] pada bagian atas atau kiri lembar lajur Excel untuk menyembunyikan kelompok data. Pada umumnya, langkah ini hanya akan menampilkan data baris terakhir. 8Hilangkan ringkasan bila perlu. Klik Ungroup di sebelah kanan pilihan Group, lalu klik Clear Outline... pada menu ke bawah. Langkah ini akan menghapus pengelompokan data dan menampilkan kembali data yang diringkas atau dikelompokkan sebelumnya. Iklan Anda tidak bisa menggunakan fungsi ini untuk lembar lajur yang dibagikan. Iklan Peringatan Jangan menggunakan fungsi pengelompokan/ringkasan jika Anda bermaksud memproteksi lembar kerja. Jika Anda melakukannya, pengguna lain tidak akan bisa membuka dan menyembunyikan kelompok data tersebut. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
StandarDeviasi : Pengertian, Rumus, Contoh Soal dan Pembahasannya [LENGKAP] ilustrasi oleh dribbble.com. S tandar deviasi adalah rumus yang biasa digunakan dalam ilmu statistika untuk mengetahui nilai persebaran data kelompok melalui rata-ratanya. Terdapat dua jenis data yaitu data tunggal dan data kelompok, dimana standar deviasi berkaitan
Setelah mengetahui tentang istilah-istilah dalam statistika, seharusnya kita belajar tentang cara menyajikan data. Tapi kita harus tahu dulu kalau ternyata data itu dapat dibagi lagi menjadi data tunggal dan data kelompok. Nah, bingung kan? Tadi katanya data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Kok sekarang dibagi lagi? Eits, jangan bingung dulu. Kalau data kuantitatif dan data kualitatif itu dibagi berdasarkan bentuknya. Sedangkan data tunggal dan data kualitatif ini dibagi berdasarkan sudah atau belum data tersebut disusun. Nah, data pemahaman seputar data tunggal dan data kelompok ini sangat perlu kamu kuasai. Karena jika berbicara statistika, tidak terlepas dari yang namanya data tunggal dan data kelompok ini. Karena itu, di artikel ini kita akan belajar sekilas seputar perbedaan data tunggal dan data kelompok. Mulai dari pengertian data tunggal dan pengertian data kelompok, perbedaan data tunggal dan data kelompok, serta contoh data tunggal dan data kelompok. Nah, setelah artikel ini kita akan bahas lebih dalam seputar data tunggal dan data kelompok itu sendiri. Semangat! Data Tunggal Sekarang kita akan membahas pengertian dari data tunggal. Simpelnya, data tunggal adalah data yang belum dikelompokkan. Nah, karena belum dikelompokkan, datanya ditampilkan satu-satu secara tunggal. Contohnya seperti kasus yang kita bahas sebelumnya yaitu kamu hendak mendata umur teman-teman sekelasmu. Data yang kita dapatkan adalah sebagai berikut Umur 15 tahun 16 tahun 17 tahun Jumlah 12 8 10 Nah, penyajian data di atas merupakan contoh dari data tunggal. Mengapa? Karena kita belum mengelompokkannya dalam kelas-kelas interval. Apa itu kelas-kelas interval? Sabar, kita akan membahasnya di pengertian data kelompok. Data Kelompok Data kelompok adalah data yang sudah dikelompokkan dalam kelas-kelas interval. Apa itu kelas-kelas interval? Apa ini? Kok semakin rumit? Dimana aku? Hahaha, santai. Kalau kamu lihat contoh data berkelompok ini, pasti langsung ada gambaran untuk data kelompok ini. Ini dia contohnya Nilai Frekuensi 51 - 55 3 56 - 60 4 61 - 65 5 66 - 70 2 71 - 75 2 76 - 80 4 Total 20 Nah, terlihat kan bedanya dari penyajian data tunggal yang tadi kita bahas. Dan dari tabel di atas kita bisa lihat kalau kelas-kelas interval yang dimaksud itu adalah kelas 51 – 55, kelas 56 – 60, kelas 61 – 45, sampai kelas 76 – 80. Nah, hanya ini aja dulu kita bahas di artikel ini. Yang penting kalian udah ada gambaran tentang data tunggal dan data kelompok. Di artikel selanjutnya kita akan belajar tentang data tunggal dan data kelompok lebih dalam. Tetap semangat ya. Kalau ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar ya.
Kelasinterval adalah selang interval tertentu yang membagi data menjadi beberapa kelompok. Jadi, secara mendasar, distribusi frekuensi dapat diartikan sebagai penyaluran frekuensi, pembagian frekuensi, atau pancaran frekuensi. Source: caramembuatsaja.blogspot.com. Distribusi frekuensi tunggal data tunggal seringkali
. 328 4 300 269 403 54 305 486

cara mengubah data tunggal menjadi data kelompok